UNPLUGGED

Tampilkan postingan dengan label Kisah Sufi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Sufi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2011

orang yang Dapat MengKiamatkan Dunia

    Orang yang Dapat MengKiamatkan Dunia

Uwais adalah seorang wali besar pada masa Tabi'in dan paling wara'. Jauh sebelum beliau dilahirkan, Rasulullah telah menceritakan kepada para sahabatnya,diantaranyaAbu Bakar, Umar, Ali dan Usman serta beberapa sahabat lainnya seperti dalam sabdanya,"Hai Umar, kelak jika mendapati seseorang yg bernama Uwais al Qarani, mintalah kepadanya barakah dan doa kepada Tuhan, sebab orang itu seandainya meminta kepada Tuhan agar dunia ini kiamat maka pada saat itu pula Allah akan mengabulkannya"dan lagi sabda Beliau, "Seandainya Beliau bersumpah kepada Allah atas sesuatu maka Allah pun menerima dan mengabulkannya"

Umar yakin bahwa dialah yang akan mendapati orang tersebut karena namanya disebut oleh Rasulullah. Pada masa khalifah Abu Bakar, orang tersebut belum juga diketahui, nanti setelah pemerintahan Umar bin khattab, Umar teringat ucapan Rasulullah tentang Uwais al Qarani yang berasal dari Yaman, maka Umar memerintahkan Gubernur Yaman untuk mencari dan menyelidiki rakyatnya yg bernama Uwais dari daerah Qaran.

Perintah khalifah segera dilaksanakan. Berkumpullah orang yaman khususnya dari daerah Qaran di Makkah dan Medinah pada musim haji. Maka di panggillah satu persatu orang-orang tersebut dan diperiksa nama dan tanda-tanda yang telah diberitahukan oleh Rasulullah. Akhirnya Umar memanggil orang tersebut dan merasa yakin bahwa dialah orang yang dijanjikan Rasulullah karena salah satu tanda yang dijanjikan Rasulullah bahwa dia tidak diindahan dan diperdulikan orang.

Umar kemudian menanyai orang tersebut tentang namanya tetapi orang itu tidak menjawab. Sampai tiga kali Sayyidina Umar bertanya, baru dijawabnya, “Nama saya Uwais”. Umar meminta untuk mengangkat tangannya karena Rasulullah memberi tanda bundar putih sebesar uang logam, dan ternyata tanda ini terdapat dalam ketiak Uwais.

Maka seketika itu Umar memeluknya dan menangisinya sambil berkata, “Engkaulah yang dijanjikan Rasulullah SAW. Doakanlah aku agar Allah memaafkanku dan menjadikan kecintaanNya”. Uwais pun berdoa sebagaimana permintaan Umar.

Disamping itu Uwais pun memohon kepada Allah SWT untuk cepat kembali ke sisiNya karena orang-orang sudah mengetahuinya. Allah mengabulkan doanya.

Sebagian ulama Tarikh (sejarah) mengatakan, setelah bertemu Umar, maka Uwais pun menghilang, nanti pada perang al Shiffin pada kekhalifahan Ali bin Abi Thalib ra. Orang-orang melhatnya berperang memihak Ali dan beliau mati syahid dalam perang ini. 

Subhanallah, sungguh Luar Biasa Orang yang Bernama Uwais ini, lantas apa amalan yang dilakukannya.? Amalan yang dilakukan Oleh Uwais cukup Sederhana, yaitu Sangat Taat kepada Ibunya, dan Tidak ingin dikenal atau dipedulikan Orang. Subhanallah.

Kisah Raja dan Budak Hitam

    Kisah Raja Dan Budak Hitam

Raja Harun Al-Rasyid, seorang dari keturunan Bani Abbasiyah, memiliki seorang budak perempuan yang berparas buruk, berkulit hitam, dan tidak enak dipandang mata.
Pada suatu hari, Raja menaburkan wang untuk semua budaknya. Para budak saling berebut dan berlomba untuk mendapatkan wang tersebut kecuali seorang budak perempuan hitam yang buruk rupa itu. Ia tetap diam dan hanya memandang wajah Baginda.
Raja merasa amat keheranan dan bertanya, Mengapa kau diam saja? Ikutlah bersama teman-temanmu memperebutkan uang.

Budak itu menjawab, Wahai Baginda khalifah, jika semua budak berlomba untuk mendapatkan uang taburan Baginda, maka yang hamba impikan berbeda dengan mereka. Yang hamba angankan bukan uang taburan itu tapi yang hamba inginkan adalah sang pemilik uang taburan itu.
Mendengar jawaban budak itu, Raja Harun tercengang dan merasa takjub. Karena rasa kagumnya, ia jadikan budak itu sebagai permaisurinya.

Berita perkawinan seorang raja dengan budaknya tersebar kepada para pejabat lainnya. Mereka semua mencemooh Raja Harun dan mencela Raja yang mempersunting seorang budak hitam. Raja mendengar semua cemoohan ini, ia lalu mengumpulkan semua pejabat itu dan menegur mereka.

Kemudian Raja memerintahkan untuk mengumpulkan semua budak di negerinya. Ketika semua budak telah berkumpul di hadapan Raja, Raja memberikan kepada masing-masing budak segelas berlian untuk dihancurkan.

Namun, semua budak menolak pemberian itu. Kecuali si budak hitam yang buruk rupa itu. Tanpa ragu, gelas itu diterima dan ia pecahkan. Menyaksikan hal ini, para pejabat itu berkata, Lihatlah budak hitam yang berperilaku sangat menjijikan ini!

Raja lalu menoleh ke arah budak hitamnya dan bertanya, Mengapa kau hancurkan gelas itu? Budak hitam menjawab, Aku lakukan hal ini karena perintahmu.

Menurut pendapat hamba, jika gelas ini aku pecahkan, berarti aku telah mengurangi perbendaharaan Khalifah.

Tapi jika hamba tidak lakukan perintah Tuan, berarti aku telah melanggar titah Khalifah. Bila gelas ini hamba hancurkan, hamba pastilah seorang yang gila. Namun bila gelas ini tidak hamba pecahkan, berarti hamba telah melanggar perintah Khalifah.

Bagiku, pilihan yang pertama lebih mulia daripada yang kedua. Mendengar jawaban yang singkat itu, semua pejabat yang hadir di tempat itu tercengang dan mengakui kecerdasan budak hitam itu. Akhirnya mereka menaruh hormat kepadanya dan memahami mengapa sang Khalifah jatuh hati kepadanya.

Dari cerita di atas, sangat jelas pelajaran yang dapat diambil oleh kita semua, jangan memandang orang dari fisiknya saja, ALLAH maha adil terhadap semua Makhluknya, dan kitapun harus begitu, jangan selalu menganggap remeh orang yang fisiknya jauh dibawah kita.  


refrensi : http://azri.free.fr/