UNPLUGGED

Sabtu, 14 Juni 2014

Pada larut malam, sunyi bergandengan bersama kelam. Dalam hati, hening dan sepi di penjarakan.
Waahaai Puan yg berwajah bak Rembulan...
Menarilah bersama bintang - bintang...
Hiburlah hati yg sedang mengintai di balik tirai Usang...

Dan pada Larut malam...
Lelah pun menggiring pada pembaringan....
Dalam diam ku bisikan "Mimpi indah sayaang".....


Bandar Seri Begawan
#14 june 2014

Sabtu, 16 Juli 2011

Rahasia Jantung

Rahasia Jantung

 
Studi ini berdasarkan lebih dari 70 referensi-referensi ilmiah. Studi ini memaparkan visi baru mengenai jantung (Qalbu),  ….
maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai Qalbu yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah Qalbu yang di dalam dada (al-Hajj 22:46)
Studi ini memaparkan pandangan ilmiah mengenai Qalbu yang selaras dengan Qur’an yang diturunkan empat belas abad yang lalu .
 
Apa Tujuan Studi ini?
Allah menyebut kata “Qalbu” (beserta turunan katanya) dalam 53 ayat dan kata “Qulub” (beserta turunan katanya) dalam 104 ayat.
 Kesehatan kita diukur dari kesehatan Qalbu.
 Ketika Qalbu berhenti, berarti hidup kita “TAMAT”.
Jika Qalbu dalam kondisi baik  berarti  badan dalam kondisi baik, dan jika Qalbu kondisi buruk  seluruh badan dalam kondisi buruk, jadi, TENTUKANLAH PILIHAN ANDA
Saudaraku, janganlah baca penelitian ini hanya sebagai informasi, tapi INI SANGAT PENTING BAGI KITA SEMUA DI DUNIA DAN AKHERAT.

--------------------
Oleh: Abduldaem Al-Kaheel

PUSAT DUSTA

PUSAT DUSTA

 
 “Ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. ….
Para ilmuwan baru-baru ini melakukan sejumlah kajian dalam rangka untuk menemukan kebohongan dan hasil dari kajian ini, mereka menemukan bahwa daerah yang bertanggung jawab atas kebohongan adalah otak manusia bagian depan yang terletak di bagian yang disebut الناصية (ubun-ubun). Yang mengagumkan adalah bahwa Al-Quran sejak berabad-abad yang lalu telah berbicara tentang fungsi ubun-ubun ini ketika membicarakan Abu Jahl:
 
(كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعَنْ بِالنَّاصِيَةِ * نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ) [العلق: 15-16]
“Ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya[1], (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
[1] Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.
 
Al-Quran memberikan sifat كاذبة خاطئة (mendustakan lagi durhaka). Kenyataan seperti inilah yang ditemukan para ilmuwan pada masa sekarang ini dengan menggunakan pemindaian resonansi magnetik. Maha Suci Allah Yang telah menyatakan fakta ini yang menunjukkan kemukjizatan Al-Quran yang baru ditemukan pada masa sekarang ini.
--------------------
Oleh: Abduldaem Al-Kaheel

PASAK GUNUNG ES (GLETSER)

PASAK GUNUNG ES (GLETSER)

 
 “dan gunung-gunung sebagai pasak” (Al-Naba’ 7).….
 
Lihat dalam gambar ini, gunung es setinggi 700 meter. Di bawahnya ada akar yang menghunjam ke bawah permukaan air hingga kedalaman 3 km. Akar gletser ini telah menyebabkan tenggelamnya banyak kapal, karena para pelaut tidak berpikir bahwa setiap gunung gletser mempunyai akar yang menghunjam jauh ke dalam. Berat akar ini lebih dari 300 juta ton. Kenyataan ilmiah seperti ini tak seorangpun mengetahuinya ketika Alquran diturunkan, namun Kitab Suci ini telah mengisyaratkannya dengan ungkapan yang sangat rinci وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا “dan gunung-gunung sebagai pasak” (Al-Naba’ 7). Seperti halnya semua gunung di dunia ini memiliki akar yang menghunjam ke perut bumi yang jaraknya mencapai puluhan kilometer. Perhatikan, gunung ini sangat mirip dengan pancang yang ditanam ke dalam bumi.
--------------------
Abduldaem Al-Kaheel
 

AWAN TEBAL DAN KILAT

AWAN TEBAL DAN KILAT

 
Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa awan di langit beratnya itu jutaan ton. ….
Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa awan di langit beratnya itu jutaan ton. Tentunya sangat berat. Sekarang mereka bertanya-tanya, apa saja yang terkombinasi dalam awan ini dan siapa yang menghimpun partikel-partikelnya? Siapa juga yang membuat gabungan partikel ini yang berton-ton beratnya ini menggantung di langit tanpa terpencar dan buyar?
 
Penelitian telah membuktikan melalui pengamatan ilmiah bahwa kilat memerlukan awan tebal yang disebut Cumulus Kumulus. Ini berarti bahwa kenyataan ilmiah mengatakan bahwa ada kaitannya antara awan tebal dengan terjadinya petir. Yang mengagumkan bagi kita adalah bahwa fenomena ini adalah persis seperti yang dinyatakan dalam Al-Quran:
 (هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ) [الرعد: 12]
“Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan tebal (mendung)”. Al-Ra`d 12
Ini merupakan salah satu mukjizat Al-Quran yang dapat dibuktikan kebenaran pada masa sekarang ini.
--------------------
Oleh: Abduldaem Al-Kaheel
 

Gelombang Penyembuh dari Suara Al Quran

Gelombang Penyembuh dari Suara Al Quran

 
 Efek yang menakjubkan yang dihasilkan dari mendengarkan  bacaan Quran ….
Pembaca yang budiman! Saya dapat mengatakan dengan yakin menurut pengalaman saya  suatu perubahan  dalam hidup Anda. Anda bisa mendapatkan hasil yang besar yang tidak terduga dapat mengubah hidup Anda benar-benar seperti yang terjadi pada diri saya sebelumnya. Apa yang harus Anda lakukan adalah  mendengarkan pembacaan Alquran sebanyak yang Anda dapat setiap saat: di pagi hari, sore hari, di malam hari, ketika Anda sedang tidur, ketika Anda bangun dan sebelum tidur. Yang Anda butuhkan untuk mendengarkan Alquran adalah memiliki media seperti Laptop, tape recorder, sebuah iPod atau mp3 dengan headphone, TV, radio atau perangkat lain.
 
Bunyi bacaan Alquran  memiliki gelombang suara yang memiliki frekuensi tertentu dan panjang gelombang tertentu. Gelombang ini menyebarkan medan  gelombang  yang mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangannya. Ini  mendukung kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan penyakit atau bahkan penyakit seperti kanker. Kanker adalah suatu kelainan pada kinerja sel, sehingga menperdengarkan Alquran berarti memprogram sel layaknya komputer yang penuh virus yang “diformat ulang” dan di-install dengan program-program baru agar dapat bekerja efektif. Inilah  program buatan yang manusia lakukan untuk komputer. Bagaimana dengan program yang dilaksanakan dalam kata-kata Allah, pencipta semua manusia?
 
Efek yang menakjubkan yang dihasilkan dari mendengarkan  bacaan Quran
Terus-menerus mendengarkan bacaan Alquran memberi Anda hasil berbuah nyata berikut:
– meningkatkan kekebalan tubuh
– meningkatkan  kreativitas
– meningkatkan kemampuan konsentrasi
– menyembuhkan penyakit kronis dan tak tersembuhkan
– mengubah perilaku dan memungkinkan orang untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan mendapatkan kepercayaan
– menciptakan kedamaian dan menyembuhkan ketegangan saraf
– menyembuhkan kegelisahan, dan iritasi
– meningkatkan kemampuan mengambil keputusan yang tepat
– mengurangi rasa takut dan ragu-ragu
– meningkatkan dan memperkuat kepribadian
– menyembuhkan penyakit normal seperti alergi, sakit kepala, flu, dll
– meningkatkan kemampuan pidato
– melindungi dari penyakit seperti kanker dan sebagainya
– Mengubah beberapa kebiasaan buruk seperti makan berlebihan dan merokok.
 
Pembaca yang budiman! Hal-hal yang saya sebutkan di atas adalah hasil yang saya sendiri punya: Aku ingat, aku adalah seorang perokok berat dan tidak bisa membayangkan pernah berhenti merokok, tapi setelah terus-menerus mendengarkan Alquran ternyata aku berhenti merokok tanpa usaha. Aku benar-benar terkejut “bagaimana hidupku berubah dan mengapa? Tapi setelah saya membaca tentang teknik terbaru dalam penyembuhan, salah satunya adalah terapi oleh suara dan frekuensi suara, aku tahu rahasia ini perubahan besar dalam hidup saya. Itu adalah mendengarkan  bacaan Alquran. Apa yang saya lakukan adalah hanya sekadar mendengarkan Alquran terus menerus.
Untuk menyimpulkan, saya  suka untuk menceritakan fakta yang saya temui dan benar-benar mencoba: apapun Anda menghabiskan waktu Anda dalam membaca atau mendengarkan Alquran, Anda akan menemukan bahwa kali ini tidak akan sia-sia atau menurun. Tetapi Anda akan melihat bahwa Anda akan selalu memiliki waktu ekstra. Anda akan menemukan bahwa karya-karya yang sama kadang-kadang membutuhkan waktu berhari-hari atau jam yang harus dilakukan dapat selesai dalam beberapa menit saja!
--------------------
Oleh: Abduldaem Al-Kaheel

Optimisme dan Efeknya Terhadap Jantung

Optimisme dan Efeknya Terhadap Jantung

 
Penelitian medis terbaru memastikan akan pentingnya optimisme dan berita gembira, dan memperingatkan bahaya pesimisme, terutama terhadap pasien jantung, bagaimana dengan ajaran agama kita? Mari kita baca .... ….
Betapa agungnya ilmu dan pengajaran yang dibawa oleh Islam, dan betapa indahnya ayat-ayat Al-Quran, sebagaimana indahnya sabda Nabi Muhammad saw ... Bahwa beliau (Nabi saw) selalu menunjukkan sikap optimis dan memberikan berita gembira berupa rahmat dari Allah, dan beliau tidak pernah merasa sedih atas berbagai urusan dunia, karena beliau selalu mengamalkan firman Allah: "Katakanlah: "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". [Yunus: 58].
Bahwa nabi saw juga mengagumi dan memotivasi untuk memiliki sikap dan berjiwa optimis, sebagaimana beliau sangat jauh dari orang-orang yang pesimis, bahkan melarang takhayul dan "pandangan hitam/pesimis" terhadap masa depan.
   Karena itu Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
   “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (Al-Ahzab:21)
   Maka wajib bagi kita meneladani sunnahnya dan mengambil petunjuk darinya; untuk tidak berjiwa pesimis tapi selalu optimis terhadap hal-hal yang baik, karena ia merupakan salah satu akhlak nabi saw.
   Namun bagaimana dengan ilmu pengetahuan modern, apakah ada penemuan ilmiah yang mengkonfirmasikan tentang ajaran Nabi pembawa rahmat ini ?
   Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa seseorang yang berjiwa pesimis dapat membinasakan dirinya, terutama bagi seorang yang mengidap penyakit jantung. Dalam penelitian menunjukkan adanya tingkat kerentanan bagi penyakit jantung yang berakibat pada kematian, terutama pada saat terjadi sikap pesimis yang memberikan pengaruh pada kondisi kesehatan jantungnya.
   Dr. John Barefoot dari Pusat Medis Universitas Duke of America berkata: ini adalah penelitian awal yang menguji seberapa besar pengaruh motivasi terhadap pasien dalam kesembuhan penyakitnya, yang akhirnya mempengaruhi peluang mereka untuk bertahan hidup.
   Pada penelitian sebelumnya difokuskan pada dampak harapan pasien terutama yang berhubungan dengan kondisi penyakitnya, kemampuannya untuk melanjutkan hidup secara normal, dan secara khusus yang berkaitan dengan aktivitas dan latihan fisik. Namun sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa pengaruh sikap optimisme seorang pasien pada kesehatan fisiknya sangatlah besar.
   Para peneliti dari Duke University of America melakukan penelitian terhadap 2800 pasien yang menderita sakit arteri koroner, setidaknya, setiap mereka menderita penyumbatan pada arteri. Dan pada kesempatan itu,  para pasien diminta untuk mengisi kuesioner untuk mengukur ekspektasi mereka tentang kemampuan mereka untuk pulih dari penyakit dan pola pemulihan kehidupan normal.
   Menurut penelitian tersebut disebutkan bahwa 978 pasien meninggal dalam kurun waktu 6-10 tahun sejak dimulainya penelitian ini. Hal ini mengungkapkan bahwa 66% penyebab kematian mereka adalah karena penyakit arteri koroner.
   Hasil studi ini menyebutkan adanya tingkat kematian terhadap pasien yang menunjukkan sikap pesimis terhadap kesehatan mereka, yaitu dua kali lipat dibandingkan dengan pasien lain.
   Menurut sudut pandang peneliti; adalah sesuatu yang wajar jika terjadi hubungan antara depresi dengan meningkatnya angka kematian pada seseorang, walaupun hasil temuan saat ini menunjukkan besarnya dampak harapan pasien pada pemulihan dan kesahatan dari penyakitnya, meskipun ada faktor-faktor psikologis atau sosial lainnya.
   Dr "Barefoot" menegaskan bahwa penelitian memberikan nasihat kepada para dokter akan pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap sudut pandang dan pola fikir pasien tentang penyakitnya, karena hal ini akan berdampak pada pemulihan. Sebagaimana dijelaskan bahwa pasien yang memiliki harapan positif (optimis) terhadap penyakitnya, tidak hanya akan memperbaiki perasaannya saja, namun juga dapat memberikan harapan untuk hidup lebih lama.
   Dari temuan-temuan ilmiah ini dapat kita fahami akan pentingnya sikap optimis, terutama orang yang beriman akan rahmat Allah, sebagaimana firman-Nya:
يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ
   “Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”. (Al-Imran:171).
   Dan Nabi saw sendiri merasa takjub dengan segala urusan orang beriman, karena seluruhnya mengandung kebaikan: Jika ditimpa musibah (kesusahan) bersabar maka itu adalah baik baginya, dan jika ia ditimpa kesenagan bersyukur dan itu juga baik baginya!!
   Dari sini kita mendapatkan dua pelajaran tentang ciri orang yang bertaqwa: sabar dan syukur. Karena itu orang yang beriman memiliki ciri khas tersendiri daripada orang yang tidak beriman melalui dua karakter tadi, terutama pada saat berhadapan dan berinteraksi dengan kehidupan dan problematikanya. Bahwa sabar dan syukur membuat orang beriman lebih optimis dan jauh dari sikap pesimis, karena ia sadar bahwa Allah selalu bersamanya, dan tidak akan merasa khawatir dengan masa depannya, apalagi surga telah menunggunya sehingga dirinya tidak akan merasa bersedih hati terhadap sesuatu yang luput darinya, dan tidak takut terhadap keburukan yang sedang dihadapinya. Allah SWT berfirman:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ * الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ * لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
   “Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. [Yunus: 62-64].
   Apakah ada sesuatu yang lebih indah yang dimiliki orang yang beriman dari kabar gembira di dunia ini dan di akhirat nanti, apa yang dia inginkan setelah itu?
إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ * دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ وَآَخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
   “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. Do'a mereka di dalamnya Ialah: "Subhanakallahumma", dan salam penghormatan mereka Ialah: "Salam" dan penutup doa mereka Ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin". (Yunus:9-10)
   Potensi Khusyu’  
·                     Dampak mendengarkan suara Al-Qur'an terhadap jantung
·                     Potensi kesembuhan dengan Alquran: Antara Ilmu dan Iman
·                     Tips untuk mengatasi stres melalui Al-Quran dan Sains
·                     Penyembuhan melalui mendengarkan Al-Quran
--------------------
Oleh: Abduldaem Al-Kaheel